ayoo berkoprasii....!!!

Selasa, 28 Desember 20100 komentar

Krisis Tak Pengaruhi Kinerja Koperasi

SEMARANG-Krisis finansial global ternyata tidak berpengaruh terhadap kinerja koperasi khususnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang banyak bergerak di sektor usaha mikro kecil menengah.

Segmen UKM inilah yang membuat KSP bisa bertahan dan berkembang karena sebagian besar anggota yang dibiayai juga memanfaatkan sumber daya dalam negeri. ''KSP justru makin diminati karena selain karena jumlah anggotanya besar dengan simpanan yang tidak terlalu memberatkan, sektor yang dibiayai juga skala kecil dan produktif,'' ungkap Handoko, Penasehat Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askosindo) Jateng, kemarin.

Oleh sebab itu, Handoko yang juga ketua KSP Intidana ini, mengharapkan dalam kondisi krisis seperti sekarang ini masyarakat dapat kembali melirik koperasi sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan usahanya. Apalagi persyaratan dan proses untuk mendapatkan modal tidak terlalu rumit seperti yang diterapkan bank.

''Namun, bagaimanapun juga prinsip ke hati-hatian tetap dijalankan sebagaimana mestinya,'' jelasnya.

Ia mengakui ada beberapa koperasi yang bermasalah karen ketidaktaatan pengurus terhadap aturan yang ada. Namun, menurutnya, jumlahnya relatif kecil dan tidak mencerminkan kinerja koperasi secara keseluruhan. ''Hanya saja, karena yang bermasalah di blow up media massa, terkesan semua koperasi tidak baik,'' ujarnya.

Handoko menyatakan, untuk kembali memberi semangat masyarakat untuk tetap berkoperasi, jika perbankan memiliki slogan ''Ayo ke Bank'' insan koperasi di Jateng perlu mencanangkan program ''Mari Berkoperasi''. ''Dengan program ini, kami berharap koperasi bisa bangkit untuk kesejahteraan bersama baik anggota maupun calon anggota,'' jelasnya.

Di tahun 2008 KSP Intidana telah memulai dengan mencantumkan brosur promosi dengan kalimat ''Mari Berkoperasi''.
Lebih dari itu, tandas Handoko, KSP harus berani dan yakin dapat mempertahankan jatidiri koperasi seperti yang diamanatkan oleh perundangan yaitu dari dan untuk anggota, calon anggota koperasi yang bersangkutan, koperasi lain dan atau anggotanya''.

Menyongsong tahun 2009 KSP Intidana mengganti mottonya yang selama ini ''Bersama Anda membangun hari depan yang lebih Baik'' menjadi ''Dari Oleh dan untuk Anda kami bisa''.

Pengangguran

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Drs Abdul Sulhadi MSi menambahkan, krisis global akan memicu pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jateng pada 2009. Banyaknya pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) diperkirakan beralih ke sektor UMKM.

''Sebagian besar pengangguran itu akan lari ke UMKM. Berdasarkan rilis dari Apindo, pekerja yang terkena PHK sebagai dampak krisis global mencapai sekitar 13.000 orang,'' jelasnya, baru-baru ini.

Banyak pengangguran yang beralih ke UMKM, kata dia, akan menyebabkan terjadinya persaingan. Untuk itu, masyarakat dituntut meningkatkan inovasi dan kemampuan dirinya menciptakan usaha-usaha produktif sesuai permintaan pasar sehingga menghasilkan pendapatan. ''Hal ini yang akan kami antisipasi. Untuk itu, sejumlah koperasi dan UMKM telah kami latih dalam meningkatkan kemampuan dan mutu produksi,'' katanya.

Menurut Sulhadi, jumlah UMKM yang bergerak di sektor nonpertanian sekarang mencapai .685.814 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 3.152.214 unit merupakan usaha mikro, 513.130 unit berupa usaha kecil, dan sisanya usaha menegah. ''Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor UMKM mencapai 95% dari total tenaga kerja,'' tutur dia.

Sementara, UMKM yang dibina lembaganya hingga akhir 2008 mencapai 53.188 unit, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 261.212 orang.
Sulhadi mengatakan, krisis global yang terjadi sekarang telah menimulkan dampak yang sangat luas, antara lain turunnya permintaan ekspor dan tertundanya sebagian pengiriman barang.(H3, H7-59)


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Rosma
Copyright © 2011. Rosma - All Rights Reserved
Published by Hafid Cyber
Proudly powered by Blogger